Memadukan kecantikan dan kesuksesan

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Memadukan kecantikan dan kesuksesan Dokumentasi : Rimanews.com

Selain kebutuhan pangan dan sandang, ternyata kebutuhan untuk tampil menarik juga dibutuhkan saat ini. Berpenampilan menarik di era milenial merupakan keinginan bagi setiap pribadi, khususnya wanita.

Kondisi ini yang kemudian mendorong pertumbuhan industri kecantikan, termasuk klinik estetika yang semakin bertumbuh pesat.

Berdasarkan hasil survei Euromonitor International tahun 2016, negara-negara berkembang memiliki kontribusi sebesar 51 persen bagi industri kecantikan global, termasuk di antaranya Indonesia yang memiliki pasar dinamis.

Tak ayal Indonesia digadang-gadang menjadi pasar utama untuk industri kecantikan pada 2019. Pernyataan tersebut senada dengan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang mengatakan bahwa industri kecantikan daam negeri tumbuh 20 persen pada tahun 2017.

Hal ini tentu menandakan bahwa dunia estetika semakin berkembang pesat dan tak bisa dianggap sepele. Kini, baik pria maupun wanita semakin banyak melakukan perawatan demi tampil maksimal.

Founder Jakarta Aesthetic dr. Olivia Ong dalam acara “Beautiful & Successful with Jakarta Aesthetic Clinic (JAC)” mengatakan bahwa banyak kisah pasien yang merasa prosedur estetika membawa hidup mereka ke arah yang lebih positif.

Hal ini semakin membuktikan bahwa prosedur estetika memberi manfaat lebih.

Selain itu hasil riset lain mengatakan bahwa perkembangan industri kecantikan juga seiring dengan banyaknya permintaan pekerja untuk ‘berpenampilan menarik’ di perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Maka tak ayal 4 prosedur estetika seperti Soft Tissue Filler, Botulinum Toxin, Skin Tightening, dan Body Contouring semakin digemari.

Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) sebagai salah satu perusahaan kecantikan hadir sebagai wadah perawatan kulit dan juga kecantikan. Perintis JAC dr. Olivia Ong mengatakan bahwa sejak sepuluh tahun JAC berdiri tercatat sudah lebih dari 5.295 pasien yang mempercayakan perawatannya di JAC.

“Peningkatan presentasi pasien terus meningkat sekitar 30% per tahunnya dengan dominasi jenis perawatan soft tissue filler yang paling digemari,” ujar dr. Olivia Ong yang tahun lalu berhasil membawa JAC menjadi juara pertama se-Indonesia dan second runner-up se-Asia Pasifik untuk kategori perawatan Ultherapy di Golden Record Awards 2017.

Dalam acara bertemakan “Beautiful and Succesful” yang diselenggarakan di jalan Gunawarman 11, Jakarta Selatan, JAC berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi para pasien JAC.

Salah satu sahabat JAC yang juga mantan pesinetron Donna Agnesia mengatakan dirinya telah mempercayakan JAC sebagai kllinik perawatan kulit dan wajahnya sejak 4 tahun yang lalu.

Dalam acara sharing ‘me time’ ini, Donna membeberkan beberapa pengalaman perawatan menyakitkan yang dia hadapi sebelum menjadi bagian sahabat JAC.

“Ya dulu sempat saya mikir nggak mau perawatan filler atau yang lainnya karena kebanyakan itu malah merubah wajah jadi jauh dari yang aslinya. Jadi saya cuma pakai cream skin care, but, hasilnya itu nggak nampol, sedangkan pekerjaan saya di dunia entertain dituntut untuk selalu tampil maksimal,” ungkap Ibu dari 3 anak ini.

Donna mengatakan bahwa ia sempat mencoba mencari klinik perawatan yang cepat dan praktis. Alhasil jauh dari perkiraannya, wajahnya terlihat lebih buruk dari sebelumnya.

“Darius (suami) sampai marah-marah dan katanya aku jangan filler lagi, akhirnya aku balik lagi ke JAC yang aku percayai sampai sekarang,” ujarnya Donna di acara “Beautiful and Succesfull” di Gedung Jakarta Asthetic Clinic, Jakarta Selatan, Kamis (24/05/2018).

Donna mengatakan bahwa penting untuk memilih klinik yang tepat, aman dan terpecaya. Karena menurutnya kulit adalah aset terpenting bagi tubuh.

“Perawatan boleh instan, tapi memilih yang aman itu bagian terpenting,” tambahnya.

Perlu diketahui bahwa JAC didukung oleh tim dokter yang profesional dan berpengalaman di bidangnya serta memiliki sertifikat internasional.  Selain itu klinik JAC mengutamakan produk yang berkualitas dan aman serta teknologi yang mutakhir.

Putin girang Rusia melaju ke babak knock out
Ahli nilai persepsi masyarakat terhadap rokok elektrik keliru
Risma ingatkan halalbihalal agar tak dijadikan alasan tunda pelayanan
Megawati: Bung Karno ditempatkan dalam sudut gelap sejarah
10 hal dalam RKUHP yang berpotensi lemahkan KPK
Menang di laga kedua, peluang Spanyol dan Portugal masih  bisa digagalkan Iran
Ketika negara hadir bantu korban kebakaran di suasana idul fitri
Kukuhkan dominasi di luar angkasa, Trump perintahkan bentuk pasukan antariksa
Tahun berganti dan masih punya hutang puasa Ramadhan, apa yang harus dilakukan?
Terus bertambah, korban KM Sinar Bangun hampir 200 orang
Dukun bayi Yamini baru terhenti setelah 25 tahun praktik aborsi
Berebut titipan SBY antara Gerindra dan Demokrat
Rusia tim pertama ke babak knock out; Salah cs harus angkat kaki
Memulai usaha besar dari hal kecil
Tradisi perayaan lebaran yang jadi ancaman penerbangan internasional
Fetching news ...