Ukraina tuding Rusia dalangi pemilu gerakan separatis

REPORTED BY: Insan Praditya

Ukraina tuding Rusia dalangi pemilu gerakan separatis Tank di jalan-jalan menyusul ketegangan di Ukraina

Menteri Luar Negeru Ukraina menuding Rusia menjadi dalang di balik pemilu ulang di wilayah Donbas yang dikuasai gerakan separatis pro-Rusia. Ia menilai hal ini merupakan pencederaan terhadap hukum internasional mengenai integritas teritorial.

"Saat ini percobaan dilakukan Rusia untuk membenarkan dan mengatur proses pemilu di wilayah Donbas yang dikuasai gerakan separatis pro-Rusia. Ini merupakan pencederaan terhadap norma dan prinsip-prinsip hukum internasional, serta produk legislasi Ukraina yang mengatur kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina," kata Menteri Luar Negeri Ukraina.

Inggris dan negara-negara barat lainnya mengatakan bahwa oemilu tersebut melanggar perjanjian damai tahun 2015. Dalam perjanjian tersebut, Ukraina harus melaksanakan pemilu sendiri tanpa intervensi pihak manapun.

Sementara itu, di pihak lain Moskow dan kaum separatis Ukraina menilai pemilu yang dilakukan sebelumnya oleh Ukraina tidak memenuhi definisi pemilu lokal yang diatur dalam perjanjian damai tahun 2015. Mereka menilai pemerintah Ukraina telah gagal melakukan reformasi konstitusional dan menegakkan otonomi regional daerahnya.

Di bagian timur Ukraina sendiri, banyak warga yang mendukung pemilu ulang ini. Mereka cenderung menunjukkan dukungannya terhadap calon pro-Rusia, Pushilin, yang dekat kepada Moskow.

"Kita tentunya harus memilih, demi masa depan yang lebih baik. Selama kita hidup tanpa pemerintahan Fasis Ukraina, mereka (hanya) mengirimkan pesawat-pesawat tempur kemari (untuk menyerang)", kata seorang warga bernama Valentina Larionovna.

Rusia sendiri telah menggelontorkan sejumlah uang dan mengirim para penasehat militer ke wilayah timur Ukraina tersebut. sejak perang dimulai pada tahun 2014. Namun, Rusia hanya melakukan aneksasi terhadap wilayah Krimea dan Sevastopol, sebagaimana yang warga pro-Rusia juga harapkan untuk meminimalisasi pertumpahan darah.

Pelanggaran terhadap gencetan senjata dilakukan hampir setiap hari. Sebanyak 10,300 orang telah menjadi korban dalam ketegangan bersenjata ini sejak 2014.

 

 

Golkar: kami yang pertama dukung Jokowi
Fahri Hamzah ungkap kepentingan Amerika dalam konflik Israel-Palestina
Warga potong salib makam dan larang keluarga yang wafat berdoa di TPU
IHSG bakal menguat jelang keputusan The Fed
PDIP nantikan klarifikasi Wiranto soal pengrusakan bendera Demokrat
Kurang potennya Ma'ruf Amin dan ramalan Jokowi bakal kalah karena sang wakil
Wartawan tewas naik 14 persen di sepanjang 2018
Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Fetching news ...