Yusril minta masyarakat arif sikapi keputusannya jadi pengacara Jokowi

REPORTED BY: Insan Praditya

Yusril minta masyarakat arif sikapi keputusannya jadi pengacara Jokowi Pengacara Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra meminta masyarakat untuk lebih arif dalam menyikapi suatu hal. Dia menyesalkan pihak-pihak yang bersifat reaktif menanggapi statusnya sebagai pengacara Jokowi-Ma'ruf.

"Itulah yang kadang-kadang pendidikan kita bahwa orang cepat bereaksi dari politik, apalagi cepat mengambil keputusan hanya dengan baca medsos," ujarnya di Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta, Senin (12/11/2018).

"Itulah kadang-kadang masyarakat kita itu cepat kali bereaksi sebelum tau apa yang sebenarnya dilakukan,"  lanjutnya.

Menurutnya, posisi dia sebagai pengacara paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf  sudah ditegaskan secara profesional. Namun, masih saja ada pihak-pihak yang meresponnya secara reaktif tanpa mengetahui duduk persoalannya.

"Ya masalah ini, baru aja terbit di media online langsung ditanggapi padahal nggak dibaca itu beritanya. Yang dibaca cuma judulnya doang," tutupnya.

Seblumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid mengaitkan keputusan Yusril menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf dengan keraguan terhadap perjuangan Islam Prabowo. Menurut dia, pernyataan Yusril itu bisa ditafsirkan lain oleh umat Islam.

"Pernyataan Yusril Ihza Mahendra tentang hal tadi akan ditafsirkan oleh umat Islam bahwa Yusril menjadi pengacara Jokowi dan Ma'ruf karena dia menilai Jokowi dan Ma'ruf lebih jelas dan lebih banyak jasanya kepada Islam dibanding Prabowo dan Sandi. Ini tentu akan diangggap penilaian Yusril yang menggelikan oleh umat Islam dan tokoh-tokohnya, termasuk oleh kader-kader PBB,"  ujarnya di Jakarta, Jumat (09/11/2018).

 

 

Golkar: kami yang pertama dukung Jokowi
Fahri Hamzah ungkap kepentingan Amerika dalam konflik Israel-Palestina
Warga potong salib makam dan larang keluarga yang wafat berdoa di TPU
IHSG bakal menguat jelang keputusan The Fed
PDIP nantikan klarifikasi Wiranto soal pengrusakan bendera Demokrat
Kurang potennya Ma'ruf Amin dan ramalan Jokowi bakal kalah karena sang wakil
Wartawan tewas naik 14 persen di sepanjang 2018
Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Fetching news ...